Strategi Perhitungan Kalender untuk Mencegah Kehamilan

By | 27 April 2019

Strategi Perhitungan Kalender untuk Mencegah Kehamilan

Meksipun kehamilan adalah keinginan setiap pasangan suami istri, tapi ada kondisi tertentu dimana pasangan memutuskan untuk mencegah kehamilan. Startegi perhitungan kalender menjadi salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah kehamilan, tanpa mengganggu kenikmatan bercinta.

Bagaimana Cara Menggunakan Sistem Kalender?

Pada umumnya, siklus menstruasi terbagi menjadi tiga fase, yaitu periode awal, periode subur dan beberapa hari tidak subur. Periode subur menjadi masa yang memiliki peluang besar bagi wanita untuk bisa hamil karena pasa masa itulah sel telur dilepaskan dari indungnya sekitar 12-16 hari setelah hari pertama haid.

Setelah sel telur dilepaskan, waktu pembuahan harus dilakukan 24-48 jam untuk memberikan peluang hamil. Sperma bisa hidup dengan baik dalam tubuh wanita hingga 5 hari seusai ejakulasi sehingga sperma yang tinggal di saluran reproduksi wanita bisa menembusnya hingga terjadi pembuahan.

Oleh karena itu, Anda harus mencegah berhubungan dalam lima hari sebelum ovulasi, selama hari ovulasi dan 12-24 jam setelah ovulasi. Cara ini bisa dilakukan jika siklus menstruasi Anda stabil.

Kelebihan Metode Kalender

Penggunaan strategi kalender dalam mencegah kehamilan memiliki kelebihan, yaitu terlibatnya suami istri dalam proses keluarga berencana, hubungan suami istri yang makin harmonis, memberikan pengetahuan bagi pasutri, mengetahui siklus menstruasi, dan dapat mengetahui masa subur ketika ingin meningkatkan peluang hamil.

Kekurangan Metode Kalender

Selain kelebihan, metode ini juga memiliki kekurangan yang harus Anda perhatikan, yaitu tingkat kegagalan 20%, membutuhkan informasi KB kalender dengan jelas, menghitung silkus menstruasi dengan teliti, sulitnya menahan hasrat berhubungan, hanya efektif pada wanita dengan siklus stabil, dan membutuhkan kerja sama pasutri.

Trik Menggunakan Strategi Kalender

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki metode ini, Anda masih bisa menggunaknanya. Untuk bisa berhasil mencegah kehamilan dengan strategi kalender, Anda bisa melakukan beberapa trik berikut ini.

Pertama, Anda harus memastikan bahwa sang istri memiliki siklus haid yang stabil atau teratur. Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan waktu terjadinya ovulasi dengan tepat. Namun, jika siklus haid berubah-ubah maka akan sulit menentukan waktu terjadinya ovulasi.

Trik yang kedua adalah memantau kondisi suhu tubuh. Pada umumnya, suhu tubuh wanita akan meningkat sekitar 1-2 derajat celcius pada saat ovulasi. Dengan demikian, peningkatan suhu tubuh ini bisa membantu Anda untuk mengetahui waktu terjadinya ovulasi.

Trik terakhir adalah melakukan metode tersebut dengan tanggung jawab. Keberhasilan metode ini hanya bisa didapatkan jika pasangan suami istri mau bekerja sama dengan baik, mulai dari perencanaan kalender haid hingga dalam berhubungan intim. Anda juga perlu mengetahui cara berhubungan agar tidak hamil.

Strategi penggunaan kalender untuk mencegah kehamilan mungkin kurang efektif bagi beberapa orang. Namun, tidak ada salahnya jika Anda mencoba cara ini jika memang Anda memiliki siklus menstruasi yang teratur. Informasi lebih lanjut, bisa Anda dapatkan dengan mengunjungi orami.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *